5 Senjata China Paling Maut Di Laut China Selatan Yang Di Takuti AS

Ini adalah kapal induk yang dikembangkan atas kerja sama China-Rusia, tapi awalnya untuk pembangunan kasino terapung dekat Makau. Belakangan, Liaoning dirombak ulang menjadi kapal tempur. Di Rusia, kapal ini disebut kelas Kuznetsov.

Kapal yang dibangun sejak era Uni Soviet ini mampu mengangkut 30-40 jet tempur dan mulai berdinas di AL China empat tahun lalu.

Kapal Induk Liaoning diperkuat dengan mesin berkekuatan 20 ribu tenaga kuda. Saat berlayar, kapal ini bergerak dengan kecepatan 32 knot atau 59 km per jam dan menempuh perjalanan sejauh 3.850 nautical miles atau 7.130 km.

Untuk mendukung kekuatan udaranya di kawasan tersebut, Liaoning dapat mengangkut sejumlah pesawat terbang, khususnya buatan negeri sendiri. Antara lain 24 unit pesawat tempur Shenyang J-15, 6 unit helikopter Changhe Z-18, 4 unit helikopter Ka-31, dan 2 unit helikopter Harbin Z-9.

Kabarnya China kini sedang membangun dua kapal induk lainnya. Liaoning selama beberapa bulan terakhir bersiaga di sekitar Laut China Selatan.

1. Kapal Induk Liaoning
Ini adalah kapal induk yang dikembangkan atas kerja sama China-Rusia, tapi awalnya untuk pembangunan kasino terapung dekat Makau. Belakangan, Liaoning dirombak ulang menjadi kapal tempur. Di Rusia, kapal ini disebut kelas Kuznetsov.

Kapal yang dibangun sejak era Uni Soviet ini mampu mengangkut 30-40 jet tempur dan mulai berdinas di AL China empat tahun lalu.

Kapal Induk Liaoning diperkuat dengan mesin berkekuatan 20 ribu tenaga kuda. Saat berlayar, kapal ini bergerak dengan kecepatan 32 knot atau 59 km per jam dan menempuh perjalanan sejauh 3.850 nautical miles atau 7.130 km.

Untuk mendukung kekuatan udaranya di kawasan tersebut, Liaoning dapat mengangkut sejumlah pesawat terbang, khususnya buatan negeri sendiri. Antara lain 24 unit pesawat tempur Shenyang J-15, 6 unit helikopter Changhe Z-18, 4 unit helikopter Ka-31, dan 2 unit helikopter Harbin Z-9.


Kabarnya China kini sedang membangun dua kapal induk lainnya. Liaoning selama beberapa bulan terakhir bersiaga di sekitar Laut China Selatan

2. Rudal Dong-Feng 26
Ini adalah salah satu alutsista andalan Beijing berupa rudal yang sangat dikhawatirkan negara-negara Asia-Pasifik, termasuk Amerika Serikat. Rudal Dong-Feng 26 memilliki daya jelajah antar benua. Sebutan lain rudal ini adalah "pembunuh kapal induk".

Konon, rudal ini dapat melaju hingga kecepatan Mach 10 alias 12 ribu kilometer per jam, ditopang daya jelajah 4.000 km. Belum jelas, di mana saja Angkatan Darat China menyiagakan rudal ini.

Dong-Feng sudah diujicoba empat kali sepanjang 2014-2015. Hasilnya memuaskan petinggi militer di Beijing. Tidak jelas apakah rudal-rudal yang dipasang di Pulau Woody pada 14 Februari, salah satunya mencakup Dong-Feng 26.


Jika China niat memicu perang dunia ke-3, maka cukup mengirim rudal ini saja. Sebab Dong-Feng dilaporkan bisa langsung menyasar Pangkalan militer AS di Guam, Samudera Pasifik dalam hitungan menit.

3. Kapal Amfibi 071
Militer Tiongkok diperkirakan sudah menyiagakan banyak kapal jenis amfibi di perairan Laut China Selatan. Kapal ini disiagakan di kepulauan hasil reklamasi, termasuk di Spratly yang jadi bahan sengketa banyak negara.

Berdasarkan pantauan terakhir, China memiliki tiga jenis kapal amfibi tipe 071. Ketiganya mampu mengangkut satu batalyon pasukan infanteri, 18 kendaraan lapis baja dan dilengkapi dengan ajungan pendaratan untuk helikopter atau juga hoovercraft. Kapal ini memiliki kecepatan manuver tinggi.


Diyakini kapal tersebut akan jadi andalan awal China apabila benar-benar pecah konflik bersenjata di perairan tersebut

4. Jet Tempur Chengdu J-20
Pesawat tempur pertama buatan China ini diakui banyak negara khususnya memiliki kinerja dan kemampuan manuver yang oke.

Chengdu J-20 memiliki kemiripan fisik 95 persen dengan rangka pesawat tempur F-22 Raptor bikinan pabrik Lockheed Martin asal AS. Padahal F-22 kerap dijuluki jet tempur terkuat di dunia saat ini.

Teknologi tambahan Chengdu J-20 disebut-sebut mirip dengan buatan pesawat negara maju. Chengdu J-20 memiliki kemampuan siluman, pengunci sasaran berdasar hawa panas, dan banyak lagi lainnya. Kabarnya, militer Tiongkok mencuri data-data F-22 untuk merancang Chengdu.


Jet tempur ini kabarnya disiagakan dekat Laut China Selatan. Namun Chengdu J-20 memang belum pernah terbukti sukses dalam medan tempur yang sesungguhnya.

5. Rudal Anti Satelit
Awal 2016, Kementerian Pertahanan AS mengumumkan temuan mereka bahwa China menggelar serangkaian uji coba senjata tempur di Kota Wuzhai. Selain menjajal sederetan rudal jenis baru, Beijing sekaligus mengujicoba peluru kendali anti-Satelit.

Pentagon mencatat ada enam kali uji coba yang sukses sepanjang 2015. Salah satunya dipastikan rudal berkecepatan hipersonik yang bisa menghancurkan satelit AS di orbit bumi.

"China terus membelanjakan anggaran yang besar untuk bidang militer. Kami mengamati perkembangan pesat itu," kata Admiral Cecil D. Haney.

Belum ada sebutan khusus untuk rudal yang bisa menjangkau orbit bumi ini. China hanya memberi nama kode DF-ZF. Pengamat militer menduga rudal anti-satelit itu pengembangan dari Dong-Feng 21. Rudal khusus ini diangkut pesawat tanpa awak WU-14.


Selama ini, AS masih unggul selangkah dibanding Beijing untuk isu Laut China Selatan berkat data-data yang dikumpulkan satelit. Pasokan informasi itu bisa berakhir jika China nekat menghancurkan benda-benda langit yang mencurigakan

0 Response to "5 Senjata China Paling Maut Di Laut China Selatan Yang Di Takuti AS"

Post a Comment