AS Dan Korsel Ingin Menbunuh Presiden Korut Kim Jong-Un

Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan militer bersama di Semenanjung Korea mulai pekan ini. Latihan gabungan itu adalah yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pejabat militer mengatakan pada latihan kali ini tentara kedua negara dibekali misi khusus: “memenggal Kim Jong-un”.

Surat kabar the Independent melaporkan, Rabu (9/3), latihan militer gabungan ini akan berlangsung hingga dua bulan ke depan.

Pyongyang sudah mengetahui soal misi khusus latihan militer kali ini dari media Korsel.

Pekan lalu pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, memberi titah kepada militer supaya bergegas menyiapkan hulu ledak nuklir. Perintah itu merupakan provokasi kesekian kalinya, selepas Korut dikenai sanksi ekonomi berat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kantor berita Korut, KCNA, Jumat (4/3), melaporkan sang pemimpin meyakini hulu ledak nuklir itu penting untuk menggentarkan musuh-musuh negara. “Senjata nuklir harus disiagakan supaya dapat ditembakkan sewaktu-waktu,” ujar Kim.

Dari perhitungan Kim Jong-un, Korut sekarang sedang ditekan oleh Korsel, Jepang, sekaligus sekutu dekatnya selama ini, China. Mengingat Beijing tak lagi mendukung ambisi nuklir Pyongyang, Kim Jong-un menyebut negaranya harus berani lebih agresif.

“Fokus kita sekarang adalah serangan lebih dulu,” tandasnya.

Media Korut dan Korsel sudah menyebut-nyebut soal misi khusus “operasi pemenggalan” ini. Operasi ini bertujuan melenyapkan pemimpin untuk menghancurkan mata rantai komando. Di dunia militer operasi semacam ini dinilai efektif dalam menghadapi musuh yang garis komandonya terpusat pada seorang pemimpin, seperti Korea Utara.

AS selama ini sudah sering menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk menyerang kelompok teroris. Pyongyang juga pernah memakai drone buat menyerang rumah Presiden Korsel Park Chung-hee, ayah dari Presiden Korsel saat ini, Park Geun-hye, pada 1968. Jadi rasanya tidak aneh lagi jika perang terjadi, kedua pihak menggunakan teknologi militer drone.

Washington dan Seoul pada musim panas tahun lalu sepakat menggelar rencana baru dalam menghadapi krisis di Korea. Rencana baru itu bernama OPLAN 5015. Namun para pejabat militer tidak merinci apa isi rencana anyar tersebut.

Sejak Juni lalu, ketika rencana baru itu diteken, media Korsel menyebut operasi kali ini termasuk serangan antisipasi dan pemenggalan.

Menurut kantor berita Korsel, Yonhap, ini dari latihan militer AS dan Korsel kali ini adalah “operasi pemenggalan” yang bertujuan menggulingkan Kim Jong-un dari tampuk kepemimpinan. AS dan Korsel juga melatih pasukan marinirnya untuk mendarat di pesisir Korea Utara dan menyerang sang pimpinan

0 Response to "AS Dan Korsel Ingin Menbunuh Presiden Korut Kim Jong-Un"

Post a Comment