Bukan Cuma Jakarta, Pemkab Pamekasan Madura Juga Larang Warganya Takbir Keliling

EllenNews.com - Si Tukang fitnah Jonru Ginting Kembali berulah memfitnah Pemprov DKI dalam hal ini ahok sebagai gubernur yang dianggap anti Islam

Jonru menyebarkan meme yang isinya membandingkan acara tahun baruan dan capgomeh yang dibolehkan dirayakan di jalanan sedangkan takbir keliling dilarang oleh pemprov DKI

Postingan Jonru si tukang fitnah ini langsung dilahap habis oleh pengikutnya dan di share dengan tujuan untuk membuat image ahok rusak dan masyarakat menganggap ahok sebagai gubernur non muslim yang sangat anti perayaan Islam

Padahal Bukan hanya ahok saja yang melarang perayaan Takbir keliling ini dilakukan menjelang hari raya, namun pemerintah daerah lainnya juga banyak yang melarang warganya merayakan takbir keliling karena biasanya acara ini bukan di isi dengan acara takbiran melainkan di isi dengan acara main petasan , Joged Ria dan sering dijadikan ajang tawuran

Pemkab Pamekasan contohnya , yang kotanya dikenal dengan sebutan " Gerbang Salam"  ternyata juga melarang warganya melakukan takbir keliling

Dikutip Islamnkri.com dari lintasmaduranews.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melarang warganya untuk tidak melakukan takbir keliling di malam Idul Fitri 1437 H ini. Larangan tersebut berdasar pada usulan tokoh masyarakat dan ulama yang tergabung dalam organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam usulannya, MUI meminta kepada aparat keamanan dan Pemkab Pamekasan untuk tidak membiarkan kegiatan takbir keliling yang menggunakan kendaraan bermotor.Selain mengganggu ketertiban arus lalu lintas, takbir keliling yang diselenggarakan masyarakat terkadang disalahgunakan.

"Awalnya menggelar takbir, tetapi lama kelamaan justru berjoget ria, sehingga menghilangkan makna merayakan Idul Fitri yang sebenarnya, bahkan menodai kesucian Idul Fitri," kata Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, Selasa (28/6/2016).

Guna mewujudkan larangan tersebut Pemkab Pamekasan bekerjasama dengan pihak Kodim setempat. Jajaran TNI Kodim 0826 Pamekasan membantu menyosialisasikan kebijakan pemkab setempat yang melarang warga menggelar takbir keliling dengan kendaraan bermotor pada malam Lebaran 1437 Hijriah.

Kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya dilakukan jajaran Koramil Pasean yang menyisir perkampungan warga di berbagai pelosok desa seperti Desa Tagangser Daya dan sejumlah desa lainnya di wilayah itu dalam tiga hari terakhir ini.

Selain menyosialisasikan larangan takbir keliling di malam Lebaran, penyisiran ke desa-desa oleh anggota TNI di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan itu, untuk mencegah maraknya peredaran petasan menjelang malam takbiran.

"Penekanan kami adalah upaya pencegahan. Makanya anggota kami kerahkan untuk turun ke desa-desa melakukan sosialisasi," kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi dalam rilis yang diterima Antara, Selasa pagi.

Hampir setiap hari personel TNI di 13 kecamatan di Pamekasan melakukan anjang sana ke rumah-rumah warga, tokoh masyarakat dan tokoh ulama.

Mereka mengajak masyarakat ikut proaktif menjadi kondisi keamanan, serta melarang anak-anak dan pemuda desa bermain petasan dan datang ke kota pada malam takbiran untuk melakukan takbir keliling.

"Rapat forpimda beberapa waktu lalu telah menyepakati, akan melarang warga melakukan takbir keliling di malam Lebaran," kata Dandim.

Jadi apakah pembaca islamnkri.com masih percaya dengan fitnah " Jonru" ?

0 Response to "Bukan Cuma Jakarta, Pemkab Pamekasan Madura Juga Larang Warganya Takbir Keliling "

Post a Comment