Alasan Ahok Percepat Penggusuran Bukit Duri: Normalisasi Sungai!

EllenNews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pembongkaran rumah warga di Bukit Duri harus segera dilaksanakan untuk mempercepat proses normalisasi sungai. Apalagi untuk menghadapi musim penghujan di wilayah Jakarta beberapa waktu ini.

"Iya (hari ini pembongkaran Bukit Duri. Ya karena udah lebih banyak yang pindah, kita nggak bisa untuk maksa tunggu tunggu kaya begitu. Sekarang proyek PU (Pekerjaan Umum) itu kan APBN kalau nggak selesai bisa bayar nggak? Kan APBN mesti selesai akhir tahun ini," kata Ahok di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Ia mengambil contoh seperti pembongkaran yang dilakukan di Kampung Pulo. Penundaan relokasi di wilayah tersebut berbarengan dengan musim penghujan yang memperberat proses pengerjaan.

"Ini persis kasus Kampung Pulo. Kamu inget nggak Kampung Pulo yang berantakan gara gara kita izinkan mundur seminggu, 2 minggu, 3 minggu, akhirnya pas begitu mundur, hujan besar. Satu alat jatuh. Nah ini pengerjaan Kampung Pulo kan terlambat akhirnya," terang Ahok.

"Jadi pas musim ujan di Desember yang tinggi, Januari Kampung Pulo nggak siap waktu itu. Nah kalau kita kerjakan sekarang kan lumayan. Berarti Bukit Duri kan akan bebas. Kalau kita tunda lagi selesai lagi, kebut tahun 2018 nanti lho," lanjutnya.

Saat ini, masih ada sekitar 44 Kepala Keluarga (KK) yang menempati wilayah di bantaran kali Ciliwung, Bukit Duri dari total 363 KK. Sebagian besar dari mereka telah pindah ke Rusun Rawa Bebek. Pemerintah Kota Administratif Jakarta Selatan sebelumnya telah menerbitkan SP3 kepada warga yang masih menghuni di wilayah tersebut.

0 Response to "Alasan Ahok Percepat Penggusuran Bukit Duri: Normalisasi Sungai!"

Post a Comment