Stop Rasis, Nih Baca Fatwa 1999 PBNU Tentang Hukum Memilih Pemimpin Non Muslim

EllenNews.com  - "Fatwa kepemimpinan kalau MUI, Muhammadiyah, sudah jelas memilih pemimpin non Islam tidak boleh, titik. Namun, NU punya fatwa-nya yang membolehkan, kata ulama pada tahun 1999," kata Rumadi di Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Dalam fatwa itu dijelaskan bahwa boleh memilih pemimpin non-Muslim Dengan Syarat :

Pertama memang tidak ada orang Islam yang mampu memimpin.

Kedua, ada calon beragama Islam, tetapi karena dikhawatirkan berkhianat, boleh memilih alternatifnya yang non-Muslim.

"Ketiga, memilih pemimpin non-Muslim selama tokoh itu dianggap tidak jadi ancaman bagi umat Islam, boleh saja," kata Rumadi.

Rumadi menjelaskan bahwa kepemimpinan dan pemilu selalu jadi masalah bagi pemilih beragama Islam sebab ada teks yang mengaturnya.

Teks itu pula yang menjadi rujukan atau senjata untuk keuntungan politik.

Menurut Rumadi, konteks di balik teks ini adalah peperangan pada masa lampau.

"Bagi orang NU tidak ada lagi peperangan. Jadi, sekarang masa perdamaian. Kalau perdamaian me-refer ke ayat yang tadi itu (haram memilih pemimpin Non Islam), ya itu tidak relevan," kata dia.

sumber: kompas.com

0 Response to "Stop Rasis, Nih Baca Fatwa 1999 PBNU Tentang Hukum Memilih Pemimpin Non Muslim"

Post a Comment