Ahok sebut surah Al Maidah dipakai lawan politik Untuk Menyerangnya

EllenNews.com - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan tidak bermaksud menghina agama dan menyinggung para ulama terkait ucapannya dalam kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Ahok didakwa menistakan agama dan menyinggung para ulama terkait pidatonya yang menyinggung surah Al Maidah ayat 51 soal memilih pemimpin di Kepulauan Seribu.

Jelas saya utarakan di Kepulaun Seribu bukan dimaksudkan menafsirkan surah Al Maidah ayat 51 apalagi menista agama Islam dan berniat hina para ulama. Namun ucapan itu saya maksudnya oknum politisi yang manfaatkan surat Al Maidah secara tidak benar karena tidak mau bersaing secara sehat dalam persaingan Pilkada. Ada pandangan kabanyakan hanya orang tersebut dan Tuhan ketahui niat pada saat orang tersebut mengatakan atau melakukan sesuatu dalam kesempatan ini," kata Ahok saat membacakan nota pembelaan di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat lama, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12).

Menurut Ahok, ucapannya tersebut sengaja dimanfaatkan oleh oknum politisi yang ogah bersaing sehat dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Ahok menegaskan tak ada maksud menghina agama maupun para ulama terkait pidatonya yang menyinggung surah Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

"Saya ingin mejelaskan niat saya saya berbicara di Kepulauan Seribu tutur bahasa saya persepsi tafsiran dengan apa yang saya perlihatkan atau dengan apa yang saya maksudkan di Kepulauan Seribu," ucap Ahok.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) didakwa melakukan penistaan agama terkait ucapannya yang menyinggung surah Almaidah saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai ucapan Ahok itu menistakan atau menodai agama.

"Terdakwa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan ataupun penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," kata Ketua Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di gedung PN Jakpus lama, Jalan Gajah Mada, Jakpus, Selasa (13/12).

JPU menilai ucapan yang dilontarkan Ahok tersebut menistakan agama dan menyinggung para ulama melanggar Pasal 156 huruf a KUHP dan pasal 156 KUHP. Ucapan Ahok di muka umum itu dinilai bersifat memunculkan permusuhan dan atau penodaaan agama yang dianut di Indonesia.

"Materi di dalam pasal itu mengenai penistaan agama pada saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu," kata Ali.



0 Response to "Ahok sebut surah Al Maidah dipakai lawan politik Untuk Menyerangnya"

Post a Comment