Pemerintah Disebut Tak Jujur Mengenai UU Pemilu !


Ellennews.com - Mendagri Tjahjo Kumolo memberikan bantahan mengenai pernyataan Sekretaris Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) Yandri Susanto yang mengatakan bahwa pemerintah tidak jujur atas berlakunya aturan ambang batas pemilihan Presiden atau Presidential Threshold sebesar 20% perolehan kursi parlemen atau 25% suara nasional. 

Menurut Tjahajo bahwa aturan tersebut lahir melewati mekanisme yang panjang di DPR.. "Pemerintah tidak ikut ambil bagian dalam hal melobi di rapat paripurna atau pengambilan keputusan di paripurna DPR, sepenuhnya hak anggota DPR dalam paripurna," Kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, Minggu (30/07/2017).

Dia juga menjelaskan peran pemerintah dalam pemilu, serta menurutnya sesuai dengan putusan DPR maka draf Rancangan Undang-Undang Pemilu di siapkan oleh pemerintah. Selanjutnya, fraksi-fraksi di DPR membahas DIM (Daftar Inventaris Masalah) bersama pemerintah.

Kemudian DPR membentuk panitia khusus RUU Pemilu pada proses pengesahan di Rapat Paripurna. Jika dalam hal tersebut terdapat Isu krusial yang ingin di pertahankan, maka menurut Tjahjo bahwa itu merupakan dinamika Politik yang terjadi.

"DPR wajar  jika melalui fraksi-fraksi mempertahankan argumentasi DIM krusial, khususnya jika tidak bisa di lakukan musyawarah," tutur mantan Sekjen PDI-P tersebut.

Menurutnya pemerintah juga tidak mempermasalahkan jika ada 4 fraksi yang tidak setuju dengan sejumlah isu krusial, hingga kemudian memilih untuk keluar.

"Yang keluar dari paripurna pun sah-sah aja ," Lanjutnya.

Oleh sebab itu, Tjahajo tidak dapat menerima jika Presiden Joko Widodo di katakan tidak jujur terkait UU Pemilu.

"Yang tidak jujur adalah siapa sebenarnya yang membuat pernyataan, pemerintah atau PAN (Partai Amanat Nasional)," Tutup dia.

Yandri Susanto merupakan salah satu orang yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak jujur dengan menyebutkan ketentuan presidential threshold dalam UU Pemilu merupakan produk DPR.

0 Response to "Pemerintah Disebut Tak Jujur Mengenai UU Pemilu !"

Post a Comment