Permintaan Pengacara Setnov Telah di Terima Oleh Majelis Hakim, Berikut Isi Permintaan Tersebut ...

 Setya Novanto

Ellennews.com - Permohonan perawatan medis oleh mantan ketua DPR Setya Novanto telah di setujui oleh Ketua majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Yanto pada Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Yanto menyebutkan hal tersebut sebelum menutup sidang pembacaan jawaban oleh jaksa penuntut umum atas eksepsi Novanto.

"Permohonan Saudara Novanto mengenai cek kesehatan telah di setujui oleh Majelis," Sebut Yanto pada Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Novanto akan melakukan pengobatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat di Jakarta, Dimulai pada Jumat Ini (29/12/2017), tapi ini hal tersebut masih berupa rencana. Hakim juga mengabulkan permohonan izin besuk untuk Novanto.


Permintaan Jaksa penuntut umum untuk meminjam Setnov dalam menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK juga di setujui oleh Hakim.
Baca Juga : Anies Masi Tetap Menggunakan 73 Orang dan Dana 23 Miliar Sebagai Anggaran TGUPP, Dengan Syarat ....
"Jaksa dan Pengacara di harapkan untuk saling berkoordinasi dengan panitera," kata yanto.

Sidang selanjutkan akan dilanjutkan kembali pada Januari tanggal 4 tahun 2018, dengan agenda putusan sela.

Pengacara Berterima Kasih.

Saat pengacara Setnov ditemui sesuai sidang, Firman Wijaya, mengucapkan rasa terima kasihnya atas keputusan majelis hakim.

"Sakit Setnov bukan imajinasi. Dan juga sakitnya ini ada Medical Recordnya / Rekaman Medisnya," Sebut Firman.

Dari Rekaman Medisnya Setnov, Firman menyebutkan bahwa, Setnov pernah memiliki riwayat gangguan jantung dan penyakit gula.

Oleh sebab itu, dia menganggap bahwa keputusan hakim sudah tepat agar kondisi kesehatan Setnov tetap stabil selama menjalani persidangan.

Novanto mengaku sakit pada saat sidang pertamanya dengan agenda pembacaan dakwaan di hari Rabu (13/12/2017).

Setnov tampak lesu dan tampak lamban dalam merespon berbagai pertanyaan dari hakim dan juga beberapa kali tidak menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh hakim.

Dia juga mengaku sakit dengan suara yang sangat pelan, sehingga pengacara Setnov mengajukan permintaan kepada majelis hakim agar kliennya diberi waktu untuk melakukan pengobatan.