Sandi Menilai Warga Masi Terlalu Cepat Dalam Memberi Kritik Mengenai Penantaan Tanah Abang !

 sandiaga uno

Ellennews.com - Dalam menanggapi kritikan mengenai penataan yang terjadi pada tanah abang, Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta menilai bahwa masyarakat terlalu dini dalam menanggapi kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta tersebut.

"Seperti yang biasanya saya bilang it's too early, ini terlalu dini untuk dapat menilai kebijakan tersebut. Kebijakan tersebut di ambil berdasarkan data," Sebut Sandi ketika ditemui di JL Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/12/2017).

Mengenai penataan PKL yang ada di tanah abang tidak sedikit orang yang mengkritiknya, salah satunya adalah Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus yang menyebutkan bahwa penggunaan jalan sebagai  tempat berjualan PKL kurang tepat.

Namun menurut Sandi bahwa melakukan penataan PKL ke Blok G pasar tanah abang juga bukan ide yang tepat. Karena, sehari setelah mereka di pindahkan maka merekan akan kembali lagi ke trotoar untuk berjualan.

"Tempo hari saya lihat 400 PKL yang diterbitkan, Kemarin juga saya tanya kepada Pak Yani ( Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu ), 'Pak Yani, setelah kemarin dihukum, dikembalikan ke blok G, kira kira berapa lama kembali mereka balik ke jalan ?'. 'Keesokan harinya pak sudah dijalan kembali.' Dan konversinya itu sudah 100% menurut data," Jelas Sandi sambil menirukan percakapan dengan Pak Yani.


Sandi juga melanjutkan penataan kawasan pasar tanah abang tersebut hanya bersifat sementara. Karena saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun TOD ( Trasit Oriented Development ) pada kawasan pasar tanah abang.
Sandiaga juga mengatakan bahwa dia tidak mempermasalahkan segala jenis kritikan asal berbagi data. Dia juga mengatakan bahwa jangan sampai opini dari masyarakat bukan berdasarkan fakta yang ada pada lapangan.

"Kami mengambil sampel dari 10 orang yang kami tanyakan (pemindahan PKL ke jalan), 2 menyatakan setuju, 2 menyatakan tidak setuju, dan sisanya oke-oke saja. Jadi jangan cuman 1, kemudian di angkat. Karena itu enggak representatif dan pada akhirnya opini dari masyarakat terbentuk bukan dari kenyataan itu sendiri," tutup Anies.